SINGARAJA – Kualitas pendidikan vokasi di SMK Negeri 1 Kubutambahan kembali mendapat pengakuan istimewa. Para siswa yang tergabung dalam Program HITS (Hospitality) sukses memukau tamu kehormatan saat menjalani praktik lapangan di Sunda Resto, kawasan Roemah Soenda Ketjil, Singaraja, pada Sabtu (1/8/2026).
Melansir dari liputan portal berita Bali Jani, para siswa SMKN 1 Kubutambahan tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi diterjunkan langsung untuk mempraktikkan tata kelola restoran modern dan standar guest handling tingkat profesional.
Pengalaman praktik kali ini terasa sangat spesial karena mereka mendapat kehormatan untuk menyajikan hidangan kelas atas secara langsung kepada Ibu Putri Koster. Sepanjang jamuan makan malam berlangsung, seluruh manajemen pelayanan—mulai dari menyambut tamu hingga menyajikan hidangan—ditangani sepenuhnya oleh dedikasi jemari muda para siswa.
Kerapian dan kehangatan pelayanan tersebut berhasil menuai apresiasi yang sangat tinggi dari Ibu Putri Koster.
“Melihat anak-anak muda ini belajar langsung di lapangan dengan standar pelayanan yang apik adalah bukti nyata bahwa masa depan industri pariwisata dan hospitality kita berada di tangan yang tepat,” ungkap Ibu Putri Koster menyampaikan kesannya, sebagaimana dilaporkan oleh Bali Jani.
Keberhasilan mentalitas dan rasa percaya diri para siswa ini juga tidak lepas dari bimbingan intensif tokoh daerah, Bapak Nyoman Sutjidra bersama Ibu Ida Ayu Wardhani, yang terjun langsung sebagai mentor. Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa SMKN 1 Kubutambahan terus berkomitmen mencetak SDM unggul dan siap bersaing di industri pariwisata nyata.
(Disadur dari laporan asli Bali Jani: https://balijani.id/2026/08/01/cetak-sdm-unggul-bidang-hospitality-program-hits-smkn-1-kubutambahan-raih-apresiasi-ibu-putri-koster/)
Dengan wajah sumringah penghuni Panti Sosial Tresna Werdha Jara Mara Pati menyambut kedatangan peserta Bhakti Sosial SMK Negeri 1 Kubutambahan. Kegiatan Bhakti Sosial yang di pelopori oleh anak-anak PMR SMK Negeri 1 Kubutambahan menyasar ke Panti Sosial Tresna Werdha Jara Mara Pati yang beralamat di Desa Kalibukbuk, Lovina. Kegiatan bhakti sosial dilaksanakan pada Selasa, 5 September 2023. Pembina kegiatan Kadek Depi Lusiana menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan orientasi kepada siswa terutama siswa kompetensi keperawatan yang nantinya akan melakukan pratik kerja lapangan (PKL) di panti sosial.
Pada kesempatan itu, kepala panti menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok siswa PMR SMKN 1 Kubutambahan. Beliau berharap , kegiatan seperti ini dilaksanakan secara berkesinambungan karena kegiatan ini tentu memberikan efek positif baik terhadap lembaga panti sendiri maupun kepada para lansia yang ada di panti tersebut. Kepala sekolah juga ikut mendampingi kegiatan tersebut. Kepala SMKN 1 Kubutambaha, Dr. Gede Sukanaya, S.Pd.M.Pd menyampaikan rasa terima kasih karena telah diberikan kesempatan untuk mengenal lebih jauh dan belajar di panti tersebut. Kepala sekolah juga merasa sangat terharu karena para lansia tampak semangat dan menyambut kedatangan rombongan bhaksos dengan nyanyian janger. Kepala sekolah juga menyampaikan bahwa, kegiatan ini tidak hanya melatih kompetensi anak dalam hal keperawatan fisik, namun lebih pada bagaimana mereka menerapkan keperawatan empati. Merawat psikologis para lansia agar lebih senang dimasa tua lebih utama disamping merasa fisik para lansia saja. “Saya berharap keberadaan panti terus berkembang dan mampu memberikan hal-hal yang terbaik untuk para lansia. Kepada bapak dan ibu yang ada di panti, saya doakan semoga senantiasa diberikan kesehatan dan tetaplah semangat dimasa-masa tua seperti sekarang ini.” kata Gede Sukanaya sembari menutup sambutannya.
Disisi lain, para lansia sangat senang mendapat kunjungan dari para siswa dan guru SMKN 1 Kubutambahan. Mereka sebagian besar mengucap syukur dan terima kasih atas perhatian yang telah diberikan kepada mereka. salah satu warga panti, memek Made dari Bebetin merasa sangat bahagia atas kunjungan bhaksos yang dilaksanakan. “Terima kasih saya sampaikan kepada bapak dan ibu guru serta anak-anak sudah mengunjungi kami di sini. Kami merasa sangat bahagia karena kami merasa punya banyak keluarga dan banyak cucu yang mau datang ke panti dan memberikan kami kebahagian.” ucap nenek Made
Siswa peserta Bhaksos merasa sangat terharu sekaligus senang karena bisa membantu meringankan beban para lansia walupun tidak banyak. Beberapa dari mereka mengajak para lansia bersenda gurau. Mereka baru pertama kali ke panti tetapi mereka merasa bertemu dengan nenek dan kakek mereka. para siswa berharap kegiatan hari ini menjadi referensi awal sebelum mereka terjun PKL di panti sosial , salah satunya di panti sosial Tresna Werdha Jara Pati, Lovina. (red:ToeDane)
Sesuai Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga
Provinsi Bali Nomor B.31.420/14274/UK/DIKPORA tanggal 2 Mei
2023 tentang Pengumuman Kelulusan pada Satuan Pendidikan, semua staf dewan guru mengadakan Rapat Pleno pada hari Jumat, 5 Mei 2023 . Rapat dipimpin langsung oleh Kepala SMKN 1 Kubutambahan dan didampingi Waka Kurikulum mengumumkan bahwa peserta didik SMK Negeri 1 Kubutambahan tahun ajaran 2022/2023 dinyatakan lulus 100%.
Berikut SK Penetapan Kelulusan beserta Berita Acara Kelulusan tahun 2023.
Loading...
Pada Jumat, 23 September 2022 para siswa SKENSA khusuanya program keahlian keperawatan melaksanakan praktik jasa kesehatan sebagai bagian dari projek PKK dengan tema “POS SEHAT SKENSA (PAS)”. Dalam kegiatan ini para siswa melakukan pengecekan kesehatan seperti mengecek kolesterol, gula darah, asam urat, tensi, TB (tinggi badan) dan BB (berat badan). Selain melakukan pengecekan kesehatan, siswa juga mengkolaborasikan dengan produk kewirausahaan dengan menjual berbagai produk makanan dan minuman penunjang kesehatan seperti jus alpukat yang mengandung HDL (kolesterol baik), rujak yang terdiri dari berbagai buah sehat yang bermanfaat menurunkan asam urat. sasaran dari kegiatan ini masih terbatas pada guru, pegawai, dan siswa SMK N1 Kubutambahan.
Tujuan dari kegiatan PKK ini diharapkan dapat membentuk jiwa entrepreneur siswa, mendeteksi penyakit sejak dini dan memastikan serta mendorong kesehatan seluruh warga sekolah. Untuk harga yang ditetapkan, menyesuaikan budget dan isi kantong agar tidak memberatkan klien (warga sekolah).

Daftar harga:
1. Pengecekan gula darah : Rp. 12.000
2. Pengecekan kolesterol : Rp. 23.000
3. Pengecekan asam urat : Rp. 12. 000
4. Pengukuran tensi : Rp. 5.000
5. Pengukuran TB dan BB : Rp. 5.000
6. Paket lengkap (kolesterol + asam urat + gula darah) free tensi, TB & BB dan minuman/makanan sehat : Rp. 50.000
Kegiatan ini akan berlanjut dilaksnakan dan akan dievaluasi agar lebih mantap lagi seelum membuka stand di luar sekolah. Kegiatan ini juga akan terus dikembangkan hingga keluar sekolah atau masyarakat seperti ke pasar , kegiatan kecamatan, kabupaten dan saat event atau acara-acara tertentu seperti car free day.
Bullying atau perudungan sendiri adalah sebuah kegiatan penyalahgunaan kekuasaan atau kekuatan yang bertujuan untuk menyakiti orang lain baik dalam bentuk fisik, psikis atau perkataan sehingga sang korban seringnya akan merasakan sakit, depresi atau terjebak dalam keputusasaan. Biasanya, pelaku adalah orang yang merasa mempunyai posisi yang lebih tinggi atau lebih kuat dari sang korban.Terdapat juga bentuk-bentuk bullying yaitu:
1.bentuk verbal
2.bentuk fisik
3.bentuk relasional
4.bentuk seksual
5.bentuk cyber bullying
SMK Negeri 1 Kubutambahan melaksanakan bimbingan kepada 20 orang yang terpilih menjadi Duta Anti Perundungan(Bullying) yang dilaksanakan selama tiga hari yaitu tanggal 23-25 september 2021,tempat pelaksanaan kegiatan yaitu di ruang guru.Kegiatan BINTEK di laksanakan pada pukul 09.00 -12.15 am.Tujuan diadakannya Bimbingan Teknis Program Anti Perundungan adalah untuk menyebarkan prilaku positif kepada siswa-siswi SMK Negeri 1 Kubutambahan.
Ide menulis sebuah cerita bisa dari mana saja dan dari siapa saja. Ide hadir bukan hanya dari sebuah peristiwa besar melainkan juga bisa dari sebuah pertanyaan –pertanyaan kecil. Hal itulah yang menjadi latar awal sebuah ide karya dari Putu Ardana Bukian, S.Pd.M.Pd seorang guru Bahasa Indonesia yang bertugas di SMK Negeri 1 Kubutambahan.
Putu Ardana Bukian menjadi salah satu penulis cerita anak berbahasa Bali yang terpilih dalam ajang Sayembara Menulis Cerita Anak yang diadakan oleh Balai Bahasa Provinsi Bali. Program yang digagas oleh Balai Bahasa Provinsi Bali ini bertujuan untuk mengembangkan bahan bacaan untuk anak-anak usia kelas rendah, yaitu SD kelas 1,2,dan 3.
Putu Ardana Bukian bersaing dengan 25 peserta yang berasal dari kalangan guru, dosen, ilustrator, dan penulis sastra. Dari 25 karya yang masuk ke Balai Bahasa Provinsi Bali, enam karya terbaik dan layak diusulkan ke Puskurbuk Jakarta. Diantara enam itu, karya Putu Ardana Bukian yang berjudul “ Asih Tekening Baburon” menjadi bahan bacaan terpilih di sayembara kali ini.
Raihan itu tentunya membawa sebuah kebanggan baginya. Hal tersebut diungkapkan saat ditemui di sekolah Senin 23 Mei 2022. “Saya sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepada para dewan juri Sayembara Menulis Cerita Anak kali ini karena karya saya terpilih. Tentunya bangga juga karena saya bisa membuktikan diri bahwa saya mampu menulis dan bersaing dengan penulis lain.” Paparnya.
Menurut Putu Dane Bukian sapaan beliau, ide ini tidak berasal dari sebuah peristiwa besar, tetapi malah berasal dari pertanyaan anaknya yang berusia 9 tahun. Pertanyaan tentang, apa itu tumpek kandang? Mengapa sembahyang pada hewan? Pertanyaan ini tentu jika dijawab akan sangat rumit. Namun di tangan Putu Dane Bukian, pertanyaan itu dijawab dengan sangat mudah dipahami oleh anak-anak seperti yang tertuang dalam karya yang berjudul Asih Tekening Baburon.
Cerita ini mengisahkan tentang mengapa orang Bali menghaturkan sesajen kepada hewan saat hari raya Tumpek Kandang. Percakapan antara tokoh Meme dengan Cening Ayu menjelaskan bagaimana filosofi Tumpek Kandang dalam perspektif orang Bali mengimplementasikan tindakan saling mengasihi dengan makhluk ciptaan tuhan.
Proses selanjutnya, buku ini akan diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Sehingga pembaca yang bukan berasal dari Bali memahami apa isi cerita dari karya yang aslinya berbahasa Bali. Selanjutnya , satu karya dalam dua bahasa tersebut dikirim ke puskurbuk untuk mendapatkan lisensi ISBN sehingga bisa dipublikasi atau dicetak secara masal.
Namun demikian, bukannya tiada halangan yang dialami saat menulis cerita ini. Menurut Putu Dane Bukian, Yang menjadi kendala saat menulis itu pertama pemilihan kata yang harus sederhana dan mudah dipahami anak-anak. Sehingga, cerita mengalir dan tidak membosankan bagi anak-anak karena kata-kata yang rumit. Perlu kecermatan dalam memilih istilah dalam percakapan sehari-hari berbahasa Bali. Kedua masalah mencari ilustrator. Cerita anak sangat didominasi oleh ilustrasi atau gambar. Cukup lama mencari seorang ilustrator yang apada akhirnya, ia mengajak putrinya, Prabha yang baru duduk di SMP kelas 7 untuk membuat ilustrasi itu. Kendatipun adanya halangan itu tidak kemudian mengendorkan semnagat berkarya. “ Walaupun ada kendala dalam menulis cerita itu, saya tetap berusaha agar menghasilkan karya yang terbaik. Menurut saya, Sebuah usaha tidak akan pernah dihianati hasil. Sehingga astungkara, karya saya bisa terpilih dalam ajang sayembara menulis itu.” tandasnya dengan senyum.
Pandemi tidak menghalangi siapapun untuk melaju berprestasi termasuk Putu Dina Suryani. Putu Dina Suryani yang akrab dipanggil Dina, merupakan anak kelas 12 AK 1./ Keperawatan 1 yang mengikuti
ajang lomba 2021.
Persiapan maksimal telah dilakukan guna mengikuti ajang ini. Pembina lomba , Luh
Dewi Wisuendri ,S.St. dan Oki Wanjaya sangat intens membina Dina agar bisa tampil menjadi yang terbaik.
Lomba yang dikuti ini sangat bergengsi karena dilaksanakan di tingkat nasional dan dalam lomba , peserta harus menggunakan bahasa inggris. Dilihat dari penampilan berbahasa inggris, dina sangat baik. Namun ada hal.hal lain yang menjadi pertimbangan juri, seperti salah satunya model pasien. Selain peserta lomba harus bisa berbahasa inggris, model pasien juga harus seorang pasien asli dan bisa berbahasa inggris. Pasien yang kita pakai model tidak bisa berbahasa inggris. Hal inilah yang berpengaruh besar dalam lomba ini.
Yang pada akhirnya, Putu Dina harus berbesar hati pada posisi lima besar atau juara harapan kedua pada ajang lomba ini.

“Dengan sudah melakukan latihan dan persiapan yang maksimal, toh juga tetap hasilnya belum yang terbaik.. sekolah tetap bangga dengan prestasi yang diraih oleh Dina. Dari 24 peserta nasional, dia mampu meraih lima besar dengan keterbatasan fasilitas, itu point besar prestasi yang kita lakukan”
Kata Gede Sukanaya kepala SMKN 1 Kubutambahan.
Tetap semangat Dina suryani..
Gede Aditya Juara II MAKING BED AND ANIMAL TOWEL COMPETITION
Bertempat di Kampus Marcopolo Bali Internasional Singaraja , kompetisi siswa SMK N 1 Kubutambahan dari kompetensi Perhotelan mengukuti kompetisi atau lomba Making Bed and Animal Towel Competition. Pada kompetisi ini, siswa yang bernama lengkap I Gede Aditya Wirya Adnyana mampu meraih juara ll se-Buleleng. Sebuah prestasi yang membanggakan untuk sekolah.